Menulis artikel ilmiah untuk jurnal bukan sekadar menuangkan ide ke dalam dokumen. Ada aturan main yang harus diikuti, mulai dari struktur, gaya penulisan, hingga detail teknis seperti sitasi dan daftar pustaka. Sayangnya, banyak naskah berkualitas baik ditolak hanya karena masalah format yang sebenarnya bisa dihindari. Pada seri kedua ini, kita akan membahas format jurnal: panduan lengkap struktur, penulisan, dan template artikel ilmiah dari sudut pandang yang berbeda: checklist dan kesalahan umum. Anda akan mendapatkan daftar periksa praktis yang bisa langsung digunakan sebelum mengirim naskah, serta daftar kesalahan fatal yang sering terjadi. Mari kita mulai.
Mengapa Format Jurnal Sering Menjadi Penyebab Naskah Ditolak?
Sebagian penulis menganggap format sebagai hal sepele. Padahal, editor dan reviewer menggunakan format sebagai sinyal awal profesionalisme penulis. Naskah yang tidak sesuai panduan penulis (author guidelines) memberi kesan bahwa penulis tidak menghargai jurnal tersebut. Lebih parah lagi, beberapa jurnal memiliki kebijakan desk-reject: naskah langsung ditolak sebelum review jika formatnya tidak sesuai. Ini bukan karena isinya buruk, melainkan karena penulis tidak mengikuti aturan yang sudah jelas.
Kesalahan format juga menyulitkan proses review. Misalnya, jika sitasi tidak konsisten, reviewer harus membuang waktu untuk melacak sumber. Jika tabel dan gambar tidak diberi nomor atau judul yang jelas, pesan penelitian menjadi kabur. Oleh karena itu, memahami format jurnal adalah investasi awal yang sangat penting.
Checklist Format Jurnal: 10 Poin Wajib Sebelum Submit
Berikut adalah daftar periksa yang bisa Anda gunakan untuk memeriksa naskah sebelum dikirim. Centang setiap poin untuk memastikan tidak ada yang terlewat.
- Judul dan abstrak: Judul mencerminkan isi, tidak terlalu panjang (maksimal 12-15 kata), dan mengandung kata kunci utama. Abstrak ditulis dalam satu paragraf, mencakup tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan, dengan jumlah kata sesuai panduan jurnal (biasanya 150-250 kata).
- Struktur IMRaD: Gunakan struktur Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan (IMRaD) atau variasi yang diminta jurnal. Pastikan setiap bagian memiliki subjudul yang jelas.
- Sitasi dan daftar pustaka: Gunakan gaya sitasi yang diminta (APA, IEEE, Vancouver, dll.) secara konsisten. Periksa bahwa setiap sitasi dalam teks muncul di daftar pustaka, dan sebaliknya.
- Tabel dan gambar: Beri nomor, judul, dan sumber yang jelas. Letakkan tabel/gambar setelah teks yang merujuknya, atau di lampiran sesuai aturan jurnal.
- Format halaman: Gunakan spasi ganda atau 1,5 spasi, margin standar, dan font yang disarankan (biasanya Times New Roman 12 pt). Periksa nomor halaman.
- Ucapan terima kasih dan pendanaan: Cantumkan jika ada, sesuai format yang diminta.
- Pernyataan konflik kepentingan: Jika jurnal meminta, sertakan pernyataan ini.
- Kata kunci: Pilih 3-5 kata kunci yang spesifik dan relevan, bukan frasa umum.
- Panjang naskah: Sesuaikan dengan batas kata yang ditentukan jurnal (misalnya 6.000-8.000 kata).
- Kelengkapan berkas: Pastikan semua file yang diminta (naskah utama, gambar terpisah, surat pernyataan, dll.) sudah disiapkan.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Penulis
Berdasarkan pengalaman editor dan reviewer, berikut adalah kesalahan yang paling sering muncul. Hindari jika ingin naskah Anda diloloskan ke tahap review.
1. Abstrak yang Tidak Informatif
Abstrak sering ditulis terlalu umum, tanpa menyebutkan hasil angka atau temuan penting. Abstrak yang baik adalah ringkasan lengkap yang bisa berdiri sendiri. Jangan menulis “Hasil penelitian menunjukkan bahwa…” tanpa menjelaskan apa hasilnya. Sebutkan angka atau temuan kunci secara spesifik.
2. Sitasi yang Tidak Konsisten atau Salah
Kesalahan ini sangat umum. Misalnya, mencampur gaya APA dan IEEE, atau lupa mencantumkan tahun pada sitasi. Gunakan manajer referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote untuk meminimalkan kesalahan. Namun, tetap periksa manual karena manajer referensi tidak selalu sempurna.
3. Metode yang Tidak Jelas
Bagian metode sering terlalu singkat atau terlalu panjang. Reviewer perlu memahami bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis. Jelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen, prosedur, dan analisis data secara ringkas namun cukup. Jika menggunakan metode yang sudah dipublikasikan, sitasi sumbernya dan jelaskan modifikasi jika ada.
4. Hasil dan Pembahasan yang Campur Aduk
Pada struktur IMRaD, hasil dan pembahasan adalah dua bagian terpisah. Hasil hanya menyajikan temuan, tanpa interpretasi. Pembahasan menginterpretasi hasil, membandingkan dengan penelitian sebelumnya, dan menjelaskan implikasi. Mencampurnya membuat naskah sulit diikuti.
5. Mengabaikan Panduan Penulis Jurnal
Setiap jurnal memiliki panduan spesifik, termasuk jumlah kata, gaya sitasi, dan struktur. Jangan menggunakan template dari jurnal lain. Selalu unduh panduan terbaru dari situs resmi jurnal target.
Template Artikel Ilmiah: Bagaimana Menggunakannya dengan Bijak?
Banyak jurnal menyediakan template artikel yang bisa diunduh. Template ini sangat membantu, tetapi jangan hanya menyalin formatnya. Perhatikan juga instruksi yang menyertainya. Misalnya, template mungkin sudah mengatur margin dan font, tetapi Anda tetap harus menyesuaikan isi dengan panduan.
Jika jurnal tidak menyediakan template, gunakan struktur standar IMRaD dan ikuti panduan penulis. Anda juga bisa melihat artikel yang baru diterbitkan di jurnal tersebut sebagai contoh. Perhatikan bagaimana penulis menyusun tabel, menulis sitasi, dan merapikan daftar pustaka.
Kesalahan Fatal yang Berujung Penolakan
Beberapa kesalahan tidak bisa ditoleransi dan langsung menyebabkan penolakan. Hindari hal-hal berikut:
- Plagiarisme: Menyalin teks dari sumber lain tanpa sitasi yang benar. Gunakan software deteksi plagiarisme untuk memeriksa naskah Anda.
- Data yang dipalsukan atau dimanipulasi: Ini adalah pelanggaran etika berat. Pastikan data Anda asli dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Mengirim naskah ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan: Ini disebut simultaneous submission dan dilarang oleh hampir semua jurnal.
- Mengabaikan etika penelitian: Misalnya, tidak mencantumkan persetujuan etik untuk penelitian yang melibatkan manusia atau hewan.
Langkah Praktis Menyiapkan Naskah Sesuai Format Jurnal
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk memastikan naskah Anda sesuai format:
- Baca panduan penulis jurnal target secara menyeluruh sebelum mulai menulis. Catat poin-poin penting seperti batas kata, gaya sitasi, dan struktur.
- Buat kerangka naskah berdasarkan struktur yang diminta. Tulis poin-poin utama untuk setiap bagian.
- Tulis draf pertama tanpa terlalu memikirkan format. Fokus pada alur dan konten.
- Periksa kembali panduan penulis dan sesuaikan format draf Anda. Gunakan template jika tersedia.
- Lakukan proofreading untuk tata bahasa, ejaan, dan konsistensi istilah.
- Gunakan checklist di atas untuk memeriksa kelengkapan naskah.
- Minta rekan atau kolega untuk membaca naskah dan memberi masukan.
- Periksa semua file pendukung sebelum submit.
Penutup: Format adalah Jembatan Menuju Publikasi
Format jurnal bukanlah penghalang, melainkan jembatan yang menghubungkan ide Anda dengan pembaca. Dengan mengikuti panduan, menggunakan checklist, dan menghindari kesalahan umum, Anda meningkatkan peluang naskah diterima. Ingatlah bahwa editor dan reviewer adalah manusia yang ingin membantu penelitian Anda, tetapi mereka juga memiliki keterbatasan waktu. Naskah yang rapi dan sesuai format memudahkan mereka menilai kualitas ilmiah Anda.
Semoga panduan ini bermanfaat. Pada seri berikutnya, kita akan membahas aspek lain dari penulisan artikel ilmiah. Sampai jumpa!